Nyombongin Diri Naik Pesawat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sebagai orang desa dan orang yang dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja dari segi materi, pengalaman naik pesawat masih tetap merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk disombongkan *loh.

Sejak lahir saya hidup dan tinggal di negeri orang (rantau) mengikuti kedua orang tua saya yang hidupnya nurut sama bos disuruh pindah-pindah area kerja, hingga saat harga tiket pesawat relatif terjangkau karena serbuan operator penerbangan berbiaya rendah, kami masih sangat setia dengan perjalanan darat. Perjalanan darat sangat menyenangkan lho, tapi saya tidak akan membahas itu di tulisan ini.

Seperti diceritakan tadi, saya pernah tinggal di Bandung dan Surabaya dan sekarang udah balik lagi ke Bandung, kami sekeluarga tidak pernah pulang naik pesawat udara ke kampung halaman kami di Ranah Minang.

Untuk saya sendiri, pengalaman pertama naik pesawat adalah ke Jambi, dengan dibiayai perusahaan pertama tempat saya bekerja hohoho (terima kasih PT TAP). mulai saat itu saya berkesempatan naik pesawat lagi beberapa kali yaitu ketika kabur dari kebun untuk lebaran bersama keluarga (Bandara Sutan Thaha – Bandara Soekarno Hatta p.p), dan rekor perjalanan terjauh saya sejauh ini yaitu perjalanan ke Lombok dalam rangka mencari tenaga kerja.

saya cuma pernah pake operator ini aja *sejauh ini

Bukan perjalanan direct flight memang, saya harus transit di bandara Soekarno-Hatta ditengah-tengah perjalanan Bandara Sutan Thaha Jambi dan Bandara Internasional Lombok Praya. Dan yang masih saya ingat adalah ketika 19 orang tenaga kerja yang berhasil saya rekrut dari Lombok ini sempat nyasar di Bandara Soekarno-Hatta #TepokJidatAltynbekovaSabina bingung lah ngurusin orang-orang ini, tapi akhirnya berhasil kumpul lagi dan tiba di Jambi dengan utuh :D.

Terus apa tujuan tulisan ini dibuat? nggak ada, namanya blog saya suka-suka saya dong tulis apaan hihihi. Mudah-mudahan juga bukan bentuk riya’, mudah-mudahan bisa jadi inspirasi (*lebay) untuk saudara-saudara saya yang juga belum berkesempatan naik pesawat bahwa bisa jadi kesempatan itu datang nanti dan malah kita nggak keluar uang pribadi untuk itu (*sokbijak).

Dan Insya Allah, kemungkinan bulan Agustus ini saya naik pesawat lagi dengan perjalanan yang lebih jauh daripada perjalanan Jambi-Lombok p.p. Mohon doanyah yah kakaaaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *