Categories
Life USA

Spring 2024

بسم الله الرحمن الرحيم

Spring 2024 sudah kelihatan banget, cantik, MasyaAllah..!!!

Langit biru yang membentang tiada batas itu makin sering muncul, keindahan hari setelah debu-debu terhapus air hujan membawa memori ke indahnya waktu aku masih sering dipinang Mamah, suara kicauan burung yang makin sering terdengar setiap waktu bahkan ketika subuh mengingatkanku pada hangatnya dekap pelukan ibu pertiwi. Hari ini indah..

Hari hari suhunya susah ditebak, satu waktu lebih dari 20 derajat, satu waktu bertemu satu digit kembali. Saat-saat seperti ini adalah saat-saat dimana kita sering salah kostum, kepanasan ketika memakai baju yang agak tebal, dan kedinginan ketika memakai baju yang agak tipis. tulisan ini dibuat di hari Jumat, salah kostum, dingin, masyaAllah, indahnya hari…

Hari ini adalah Jumat terakhir di bulan ramadhan tahun 1445 H, Allahu Akbar, hari ini banget banget banget indahnya…

Categories
Life Palestina USA

Terharu gan!

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam setiap kejadian selalu ada sisi yang kita ambil baiknya.

Salah satu kejadian yang paling ketara ketika menjalani hidup di negara Adidaya yang terkenal sebagai pendukung terbesar kebrutalan Israel adalah naiknya awareness dan dukungan, terutama kaum muda, kepada apa yang terjadi di Palestina. 123

Siang tadi 22 Maret 2024, ketika turun dari halte bus Newman Library dan berjalan menuju Squires Student Center, biasa lah pasti banyak mahasiswa mahasiswi juga yang berjalan ke tujuan masing-masing.

Saya berjalan di belakang seorang mahasiswi, dari fashion yang dikenakan nampaknya ini warga lokal, nggak terlalu ngeperhatiin dari belakang, nggak boleh juga, istri jauh di rumah wkwkwkw.

Setelah hampir mau masuk gedung yang ane tuju, ane lihat dong ke depan buat buka pintu, iya kan?, baru ngeuh kalau si perempuan tadi yang jalan di depan pasang pin bendera Palestina di tasnya, kelihatan jelas banget. Dan setelah beberapa saat memang terkonfirmasi orang itu orang lokal, kulit putih, rambut pirang, nggak ada tanda-tanda dia warga lokal keturunan arab, china, atau negara dengan penduduk mayoritas Islam.

Kejadian yang ane alami ini emang nyata, awareness orang muda Amerika terhadapa kejadian sebenarnya yang terjadi di Palestina itu memang meningkat, orang tidak malu memperlihatkan keberpihakannya kepada Palestina.

Hal ini membuat hati bahagia luar biasa, di dunia yang memang idealnya kita sama, suara kita bernilai sama, tapi kan tidak!, suara mereka ini lebih didengar daripada suara kita, apa yang mereka tunjukkan ini bernilai lebih daripada apa yang kita tunjukkan. Semoga keadaan mejadi lebih baik di masa depan. Allahu Akbar.

  1. https://www.washingtonpost.com/world/2023/12/21/us-support-israel-palestine-poll/ ↩︎
  2. https://foreignpolicy.com/2023/07/20/americans-palestine-israel-public-opinion-right-wing-politics/ ↩︎
  3. https://www.nbcnews.com/tech/internet/tiktok-s-young-americans-sympathize-palestinians-rcna124476 ↩︎
Categories
Life USA

Membelah kampus

بسم الله الرحمن الرحيم

Selesai tarawih jam 10 malam, sepedaan sampai rumah, jarak 4,1 miles (6,6 km), durasi 33 menit.

not bad lah, membelah kampus, jalanan gelap, napas ngos ngosan, sekali harus turun dari sepeda karena udah nggak sanggup mendaki.

Nggak nyalain strava, nggak usah teriak “no pics hoax!”

Alhamdulillah nggak ada yang nggak nggak, hiiii

Categories
Life USA

Ramadhan 1445 H

بسم الله الرحمن الرحيم

Selamat menunaikan ibadah ramadhan ikhwah semuwahh….

Categories
USA

[USA_001] Surat Referensi Bank

بسم الله الرحمن الرحيم

Mulai hari ini InsyaAllah, saya akan mendokumentasikan lika-liku kuliah di negeri Paman Sam.

Serial cerita ini akan dimulai dari setelah saya dapat kepastian saya diterima sebagai mahasiswa pascasarjana di Washington State University – Pullman, dalam kasus saya adalah saya sudah mendapatkan email rekomendasi dari jurusan ke Graduate School bahwasannya saya direkomendasikan untuk diterima, dan mendapatkan tawaran Graduate Research Assistanship (GRA) –Alhamdulillah-.

Cerita tentang bagaimana saya mencari professor, kampus, rekomendasi, dll InsyaAllah akan saya ceritakan di serial prequel –muahahaha-. Serial cerita ini disusun agak-agak real-time, jadi apakah nantinya saya jadi berangkat ke US, saya juga belum tahu, itu semua kuasa Allah –‘azza wa jalla-.

Langsung saja, saya sudah mendapatkan surat rekomendasi penerimaan mahasiswa dari jurusan ke Graduate School -Graduate School ini enaknya kita sebut apa ya? sekolah pascasarjana kok panjang amat, kita stay di Graduate School aja deh-, yang harus saya selesaikan dalam cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya adalah:

  1. Menandatangani surat tawaran (kontrak) GRA
  2. Mengirimkan surat referensi dari bank
  3. Mengirimkan Official Transcript and Degree jenjang sarjana
  4. Mengirimkan Official transcript and Degree jenjang master

Nomor 1: DONE

Yang saya lakukan hanya print suratnya, tandatangani, pindai, dan kirim ke petugas. mudah bukan? gg ww ez

Nomor 2: sedang diproses

Sebenarnya ini cerita inti artikel kali ini sih -hihihihi-. “Eiitsss, itu apa itu surat referensi dari bank? katanya ente dapet GRA?” jadi jawabannya adalah begini pemirsa:

Saya harus mengurus surat referensi dari bank karena beberapa waktu sebelumnya dapat surat manis dari Graduate School yang lebih kurang bilang gini: “Halo Mas Gian, kami lagi ngurus dokumen imigrasi nih, tapi ane lihat ente di aplikasi pendaftaran mau bawa istri ente ke sini juga. Naaah ada masalah nih, kalau ente pan udah dapat tawaran GRA nih, jadi nggak ada masalah, masalahnya di istri ente, kami nggak nanggung biaya istri ente selama di sini, di negeri Paman Sam, ente harus tanggung sendiri ye. Kasih ane bukti kalau ente punya duit minimal $x,xxx di bank, jangan lupa tandatangan sama stempel itu bank yee, syukran.

ebuseeetttt EMPAT DIGIT broh, duit dari mana? singkat panjang cerita dapatlah pinjeman duit segitu buat mampir doang di rekening demi keperluan surat rekomendasi. Dengan riang hati pada hari kamis tanggal 9 april 2020 berangkatlah ane ke salah kantor cabang Bank BNI Syariah -ente ada yang ngerasa aneh nggak? Bank BNI = Bank Bank Negara Indonesia, ada perulangan gitu, jeblok nih bisa-bisa nilai IELTS ane-

Ketika sampai di Bank disambut oleh Bapak Satpam yang menembakkan sensor infra merah ke dahi saya yang kemudian dilanjutkan dengan memberikan hand sanitizer ke tangan saya –kuduna aing mawa botol euy, ku uing menta eta hand sanitizer keur stok di imah– dapat antrian dengan jumlah 5 orang lagi yang sedang mengantri di depan saya. Skip skip skip, setelah lebih kurang 2 jam –lelah hayanto neng– mulai lah saya ngobrol dengan customer service (CS) dan mengungkapkan isi di dalam hati bahwasannya hari ini saya butuh dirinya untuk menerbitkan surat –naon sih-.

Saya diberi formulir untuk diisi, isinya ya kurang lebih nama, nomor rekening, dan keperluan surat referensi. Mbak CS bilang surat referensi baru bisa selesai lebih kurang 2 hari, oke deh, terus saya bilang kalau saya butuh 2 surat referensi satu untuk kampus satu untuk kedubes biar nggak bolak-balik, dan saya baru tahu ternyata harus bayar dooonngg :(, satunya Rp. 150.000, jadinya saya minta satu aja. Terus tanya-tanya lagi, ternyata dia nggak bisa kasih bagian terpenting yang saya butuhkan yaitu terteranya jumlah isi rekening saya pada surat itu, dengan berat hati saya batalkan, hilanglah waktu sekira 2 jam yang sebenarnya bisa saya habiskan untuk tidur hal lain yang bermanfaat.

Saya pun pulang dengan kecewa –halah– dan di tengah jalan mampirlah saya ke Bank Mandiri, saya punya rekening juga di bank ini, saya tanya Pak Satpam yang dengan sigap menjaga pintu dengan memakai masker sehingga pada awalnya saya agak ragu apakah satpam ini lelaki atau perempuan atau lelaki yang di lubuk hatinya adalah perempuan –teu penting deui duh-, dan Pak Satpam ini setelah saya tanyai ternyata bilang kalau di surat referensi nominal tabungan kita akan ditampilkan.

Jadi, InsyaAllah pada hari senin (2020-04-13) saya akan mencoba membuat surat referensi di Bank Mandiri saja.

Nantikan cerita saya berikutnya, jangan lupa like, comment, and sabskraib.

Wassalam